Apa mau-Mu

 Apa maumu? Apa inginmu?

Sudah puaskah kau meludahi hati ini?

Aku hanyalah penyembah hati yang telah kau dustai,

Seorang budak cinta yang kau puja di atas meja perjamuanmu.


Apa maumu? Apa inginmu, wahai penjudi hati?

Apa maumu, wahai pencandu ilusi?

Kau hancurkan hatiku seperti hujan turun tanpa mendung,

Daun gugur tanpa angin.


Kini aku tenggelam dalam lautan air mata,

Terkapar dalam bayang-bayang kenangan.

Kau hadir sebagai mimpi yang tak pernah nyata,

Namun meninggalkan luka yang tak terobati.

malam ini

Jiwaku berteriak dalam bisu,

Menanti waktu yang menghapus jejakmu.


Setiap detik yang berlalu membawa perih yang mendalam,

Kau bermain dengan hatiku seperti wayang tanpa jiwa.

Aku terjatuh dan terpuruk,

Di tengah reruntuhan cinta yang kau hancurkan tanpa ampun?


Waktu seolah membeku, menggigil dalam sepi,

Satu persatu, asa yang pernah ada memudar.

Aku menatap kosong ke arah yang tak pasti,

Mencoba menyusun puing-puing harapan yang  menjadi abu diatas abu


 Namun  meski dalm luka dan kehancuaran aku tetap bediri dengan kaki yang 

kian di makan rayap.

Jiwa ini perlahan merayap 

dalam gelap,tergerogoti luka yang terus mengangah meminta penebusan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Bawah Cahaya Abadi

PANCASILA, LAHIR SUCI DIGENGGAM NISTA.