Di Bawah Cahaya Abadi
Di Bawah Cahaya Abadi
Kita berjalan di panggung dunia,
menyusuri lorong menuju akhir,
tempat kematian beralih rupa
menjadi pintu kehidupan abadi.
Setiap pagi, ribuan wajah terbit,
menyimpan rahasia, keluh, dan luka,
namun tetap berdiri,
tanpa perlu tepuk tangan dunia.
Kadang aku merasa beban terberat
bersemayam di dadaku,
tapi ketika menoleh ke belakang,
kulihat bayang-bayang gelap
yang juga menelan banyak jiwa.
Maka aku belajar bersyukur:
pada matahari yang menyalakan harapan,
pada suara orang tersayang
yang meneguhkan langkah,
pada pagi yang masih setia
membangunkanku dari tidur.
Meski rindu kadang menggigit,
meski kehilangan menorehkan luka,
cinta tetap menjadi cahaya,
menyalakan semangat
di tengah rapuhnya hati.
Hidup memang tak pernah mudah,
air mata, ketakutan, masalah
akan selalu hadir.
Namun bila setiap langkah
dititipkan pada nama Tuhan,
segala perjalanan
akan berakhir dalam damai.
Komentar
Posting Komentar